Bisnis Makanan dan Minuman

Vaksinasi Guru Dan Tenaga Pendidik Dimulai, 650 Orang Disuntik Hari Ini

Di antaranya ialah tidak sedikit guru yang memiliki komorbid dan tidak lolos screening. Untuk daerah-daerah dengan kondisi lonjakan kasusnya tinggi, kita harus memberikan dukungan fasilitas kesehatan seperti bantuan tempat tidur, alat-alat medis, termasuk mendukung persediaan obat-obatan dan menambah alokasi tenaga kesehatan. Kemenkes juga melakukan mitigasi dan evaluasi dalam rangka membantu manajemen pelayanan kesehatan bagi daerah-daerah yang mengalami lonjakan kasus tinggi tersebut,” ungkap Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Dante Saksono Harbuwono Spd. PD-KEMD, Ph.D, pada Dialog Produktif yang diselenggarakan KPCPEN dan ditayangkan di FMB9ID_IKP, Kamis dalam siaran pers yang diterima SultraKini.com. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendari Makmur menyampaikan, 2.005 guru telah menjalani vaksinasi hingga April lalu.

Vaksin bagi guru

PTK yang diprioritaskan mendapatkan vaksinasi dimulai dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, dan SLB. Hal itu dikarenakan siswa jenjang itu mengalami kesulitan pembelajaran jarak jauh selama pandemi COVID-19, demikian Yaswardi. Sementara guru yang tidak bisa mengikuti vaksinasi karena penyakit penyerta Bandar Togel Online diminta untuk membawa surat dari pimpinan ke lokasi vaksinasi. “Vaksinasi belum diberikan pada anak yang usianya di bawah 18 tahun sehingga untuk melindungi anak-anak kita maka guru dan tenaga kependidikan perlu mendapatkan vaksin,” katanya dalam webinar yang dipantau di Jakarta, Jumat.

Menjelang pelaksanaan sekolah tatap muka secara terbatas pada Juli 2021, prioritas vaksinasi kini juga diberikan pada para guru dan tenaga pendidik. Beberapa lokasi vaksinasi sudah melayani vaksinasi guru, baik secara kolektif maupun individual. Dia menjelaskan, vaksinasi guru dan tenaga pendidik diprioritaskan untuk dilakukan di jenjang Paud, SD dan SLB dan yang sederajat karena di jenjang inlah pembelajaran tatap muka yang paling sulit dilakukan. Lalu kemudian tahap dua ke SMP, SMA dan SMK dan akhirnya tahap ketiga yaitu pendidikan tinggi. Dia menjelaskan, vaksinasi guru dan tenaga pendidik diprioritaskan untuk dilakukan di jenjang Paud, SD dan SLB dan yang sederajat karena di jenjang inilah pembelajaran tatap muka yang paling sulit dilakukan. Melalui SKB 4 Menteri tersebut, pemerintah mendorong akselerasi PTM terbatas sesuai kondisi sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan serta mendorong pelaksanaan vaksinasi bagi tenaga pendidik dan kependidikan.

Menkes Budi Gunadi Sadikin mendorong pengutamaan produk alat kesehatan dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan impor. Ekonom Narasi Institute Achmad Nur Hidayat mempertanyakan aspek keadilan ekonomi rencana pajaki sembako, pendidikan, dan kesehatan. Wakil ketua DPR yang juga Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar meminta pemerintah meninjau ulang rencana PPN sembako.

Namun, Pemkab Kutai Kartanegara belum bisa memastikan pelaksanaan pembelajaran tatap muka secara terbatas. Karena wabah Covid-19 ini adalah wabah nasional, sehingga pemerintah daerah harus mengevaluasi dahulu untuk mempersiapkan pembelajaran tatap muka secara terbatas. Nadiem mengatakan semakin muda peserta didik atau jenjang sekolah, semakin sulit melakukan pendidikan jarak jauh.

Meski begitu, jumlah tersebut baru sekitar forty five persen dari complete guru dan pegawai yang diusulkan untuk menjalani vaksinasi, yang totalnya mencapai four.579 orang. Tidak dapat dipungkiri, sejumlah guru kemudian menjadi ragu untuk divaksin, pasca kejadian tewasnya dua guru di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara setelah disuntik vaksin belum lama ini. “Saat ini, sekitar 10 persen atau 1.209 guru yang belum menjalani vaksinasi, meminta agar divaksinasi COVID-19,” katanya. “Oleh karena itu saya mendorong betul pemerintah agar menggencarkan vaksinasi tersebut dan sadar bahwa yang kita hadapi bukan hanya krisis kesehatan dan ekonomi saja tapi krisis pendidikan juga,” tegas Bram. Serta 86 juta vaksin disiapkan untuk mereka yang berusia produktif kelompok komorbid, peserta BPJS Kesehatan, dan penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan.

Ia menjelaskan, vaksinasi untuk guru dan tenaga kependidikan ditargetkan selesai pada Juni 2021. Setelah itu, pemerintah ingin sekolah tatap muka bisa berlangsung pada Juli 2021, tentunya dilaksanakan dengan protokol kesehatan. Tenaga pendidik dan kependidikan termasuk salah satu sasaran prioritas tahap kedua vaksinasi COVID-19. Dengan memprioritaskan pemberian vaksin kepada PTK, diharapkan kegiatan belajar mengajar tatap muka bisa segera dilakukan. KARAWANG, KOMPAS — Pembelajaran tatap muka di Karawang dan Purwakarta, Jawa Barat, bisa dilakukan asalkan guru dan tenaga kependidikan sudah menerima vaksin Covid-19.