Bisnis Makanan dan Minuman

Wonogiri Bakal Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka, Begini Komentar Orang Tua

Kalaupun bisa, hasilnya tentu tidak semaksimal jika anak mempelajarinya dalam lingkungan nyata di sekolah. Ketika mereka menggunakan kuota web untuk memenuhi kebutuhan media daring, akan terasa sangat berat.Keuangan negara belum mampu memenuhi secara keseluruhan. Kondisi guru di Indonesia pada umumnya dan di Kabupaten Magelang pada khususnya tidak seluruhnya paham penggunaan teknologi, terutama guru guru yang menjelang pensiun. Begitu juga dengan siswa, terutama yang dipelosok desa kurang menguasai teknologi untuk pembelajaran.

Seperti yang diberitakan oleh KompasTv mengenai “Simulasi Sekolah Tatap Muka, 15 Pelajar SMP Positif Covid-19”. Salah satu SMP di Jawa Tengah menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Lebih dari 10 orang terpapar Covid-19 setelah pelaksaan simulasi sekolah tatap muka yang dilakukan disalah satu SMP di Jawa Tengah. Selain siswa SMP, di Jawa Tengah terdapat salah satu SMK yang menjadi klaster penyebaran Covid-19.

Misalnya, bisa dua atau tiga kali pelaksanaan tatap muka dalam seminggu. Jakarta – Sejumlah orang tua di Kabupaten Tangerang mendukung kebijakan pemerintah pusat memberikan keleluasaan kepada pemerintah daerah untuk melakukan pembelajaran tatap muka mulai Januari 2021. Namun, informasi diterima TribunToraja.com, tidak semua sekolah melaksanakan proses belajar tatap muka setelah diizinkan pemerintah daerah.

Puan, mengaku sengaja mengajak anggota dewan lainnya untuk memberikan dukungan program percepatan vaksinasi. Dalam sehari, terjadi lonjakan hingga 146 kasus dan empat warga meninggal dunia dengan status positif Covid-19 di Sragen. Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka yang lebih sering tampil serius ternyata memiliki sisi humoris yang membikin orang tertawa. Selain itu, guru yang punya risiko kormobit disarankan tidak masuk dulu baik diabetes dan darah tinggi dan lain-lain.

Salah satu Guru di SMK 1 Denpasar, Wayan Esa Baskara, mengatakan, memang pembelajaran tatap muka di tengah pandemi COVID-19 dilematis. Asalkan, peserta didik dalam satu kelas jumlahnya dibatasi dan pemberlakukan protokol kesehatan dilakukan secara ketat. Oleh karena itu, warga Depok ini menyambut baik jika pembelajaran tatap muka kembali diberlakukan.

Tapi di sisilain banyak wilayah yang tidak mampu melaksanakan pembelajaran online, dan PJJ cenderung tidak maksimal. Dalam pelaksanaannya guru dan pendidik lainnya mencoba untuk memanfaatkan ilmu teknologi dan akses web untuk menyikapi pembelajaran jarak jauh. Disinilah diperlukan partisipasi orang tua untuk memberikan sarana dan prasarana yang diperlukan siswa dalam pembelajaran daring. Slameto mengatakan bahwa selama pembelajaran di rumah, diperlukan media penunjang seperti handphone atau komputer yang dilengkapi dengan jaringan internet dan kemampuan menggunakannya. Pandemi Covid-19 ini telah mengubah pola pembelajaran yang semestinya tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh atau biasa disebut daring.

Seminggu hanya boleh dilakukan dua kali saja dan waktunya maksimal 2 jam. Dia juga berharap, siswa yang mengikuti sekolah tatap muka terbatas tidak Bandar Togel Online menjadi sumber penularan bagi keluarganya. Wiku mengingatkan sekolah tatap muka terbatas harus melindungi siswa dan guru dari penularan Covid-19.

Tanggapan orang tua mengenai sekolah tatap muka

Pada Januari 2021 mendatang akan dilaksanakan kembali sekolah tatap muka. Apabila di suatu wilayah kondisi – kondisi yang di tulis di atas belum tercukupi tapi wilayah tersebut masih pada zona merah. Termasuk tindak pencurian, tindak kejahatan hingga tindakan lain yang dapat membuat keresahan masyarakat secara umum. Dari sini harus adanya aturan khusus dalam perancangan aturan-aturan terkait sistem belajar di rumahnya secara spesifik. Jangan hanya terfokusnya pemerintah kepada aturan aturan untuk melaksanakan pendidikan tetapi juga harus memberikan solusi khusus dan formula khusus untuk masyarakat yang berada di zona merah.